Minggu, 23 Oktober 2011

Rabu, 19 Oktober 2011

Kamis, 22 September 2011

Foto Lagi Nulis Lagi


one light set up
One light set up


Ternyata konsisten itu bukan hal yang mudah.
Gak usah susah-susah minta SBY untuk konsisten menghilangkan korupsi dari muka bumi pertiwi...
untuk bisa konsisten meluangkan waktu untuk menulis blog aja kok rasanya berat sekali.
Berhubung penulis mengakui dari lubuk hati yang paling dalam bahwa kegiatan menulis dan bersikap konsisten adalah masih dalam tahap belajar, maka harus dipakai cara paling mujarab untuk belajar yaitu dipaksa.
Jadi terus terang kalau saat ini adalah saat terpaksa menulis karena di belakang kepala ada sebuah laras AK47 yang ditempelkan rapat-rapat walaupun cuma dalam khayalan.

Yup, pada hari Minggu 18 September 2011 kemarin telah diselesaikan sebuah sesi foto kecil-kecilan bertempat di Dea Pro Studio, Tebet . Dibantu Dadine sebagai make up artist dan Ade sebagai model, juga Adon sebagai lighting assistant akhirnya dua konsep berhasil di-eksekusi dengan cukup memuaskan. Sebelum kelupaan, ucapan terima kasih harus diberikan kepada kedua rekan tersebut yang sudah mau meluangkan waktu dan bakatnya buat merealisasikan sesi ini. Thanx Dadin and Ade :)

Penasaran sama hasilnya? 
Sabar ya, lagi dipilihin dan diproses tu...
Sementara ini liat foto-foto behind the scene aja yah wkwkwkwk

preparation
Dadine dan Ade sedang kolaborasi

Ade dan Dadine
Foto bareng dong :D





Selasa, 19 Oktober 2010

Tips & Tricks: Travel Photography

menjulang
menjulang
the famous lighthouse of Lengkuas Island, Belitung, Indonesia.

Never can't wait for my next travel trip. Yes i love traveling. I enjoyed traveling before photography. Then just realized that photographs could become my voice to speak out about anything interesting that exist on the trip. But it's not a walk in a park and should admit that I'm still learning. So, as a student of traveling and photography, here are some lessons that I found in the curriculum:


1. Bring your arsenal, but travel light.
Yes, to make a good photograph you are going to need the right tools. And different situation will require different tools to capture it perfectly. You need wide-angle lens to capture great landscape. You need tele lens to capture an eagle fly over nearby hill. You need natural density filter for slow speed technique. And the list could go on and on, then you start to consider a lot bigger camera bag. But believe me, even if you got gigantic bag to fit them all, you'll be exhausted to carry it around in those traveling days. No fun.
So before you go, just do your homework. Learn about the region first. Does it have wonderful nature? Is the nightlife interesting? Does it have beautiful architecture? These kind of information can help you to decide what gears worth carry around.

messy breaks
messy breaks
taken at Tanjung Layar, Sawarna, Indonesia.


2. Everything could be interesting but pay attention on lighting condition.
So you already there, at a region that fill your dream in the past year and years. Everything looks so unique and adorable like in postcards and flyers. This fantastic coastal line, that famous building, an old lady in her kiosk, a beautiful flower
which you don't have a clue about it's name that grows on rock, you want it all, sure no problemo. But before fill up your gigabyte memory card with data, understand this first, all you want is a good photo, if possible, each one of it. And a good photo needs light.
Pay attention on where light comes from and how this light affects on your subject. Does it give glows to your subject? Does it create an interesting shadow? Does it make your subject to pitch their eyes? And if you think that these lighting condition is good enough and take a few shots, always move your feet around your subject and take another shots. And you can see by changing your position around also affect on how light illuminate your subject and also gives variant to the background.

warung sederhana
warung sederhana
Taken at Gading Food Festival, Jakarta, Indonesia.

3. Before hit the shutter, try to give simple title for the shot just on your mind.
This habit actually helps improving my photographs big time. You could say this simple title as idea. I don't mind. But these words should become an instant trigger about how to execute the subject. And try to avoid noun words for the title, use verb or adjective instead, and phrase should be the best.
Of course after you get back and watch all photos from computer, you already forgot most of simple title you made before. It doesn't matter. Just examine. Because some photos has their own story to tell you about.

So happy traveling folks and wish you fantastic photographs. :)


Kamis, 19 Agustus 2010

action : past present future

past present future

past present future

model : ika / lokasi : senayan / alat : d80, 18-55 / teknis : iso100, av, f/8.0 / edit : color enhancement in aperture, finishing in sotosop.

ide terus berkembang...
berhubung modelnya belum puas difoto, eh malah balancing di pager besi, langsung aja jepret lagi. setelah jadi, dipikir-pikir, keren juga kalo dibuat sequence melangkah...
langsung ngoprek sotosop n hasilnya lumayan puas.
selamat menikmati. pis.

jeff


Selasa, 01 Juni 2010

portrait : cross gender

ika as a boy

ika as a boy

model : ika / lokasi : senayan / alat : d80, 18-55 / teknis : iso100, av, f/5.6 / edit : color enhancement in aperture, finishing in sotosop.


versi normal dari "gravitasi ga bisa bohong".
pose ini dipakai sebagai panduan bagi model untuk sesi terbalik.
pencahayaan dan pewarnaan diedit di sotosop untuk mendapatkan kesan sore hari.
padahal motretnya tengah hari bolong. hidup sotosop! pis


jeffman


Senin, 03 Mei 2010

FN : terbalik

gravitasi gak bisa bohong
gravitasi ga bisa bohong

model : ika /
lokasi : senayan / alat : d80, 18-55, yn460ii / teknis : iso100, av, f/8.0, flash manual mode / edit : color enhancement in sotosop

Lagi singgah ke fotografer.net setelah sekian lama absen, iseng-iseng liat tema foto bulanan yang cukup menggelitik. Tema untuk bulan April ini adalah terbalik. "Melihat sesuatu seperti seharusnya bukan lagi hal istimewa. Ketika mencoba melihat dengan cara berbeda, ada hal tak terduga yang menggugah. Cara yang tak biasa, sudut dari arah berkebalikan, bisa jadi membuat foto tampil menarik perhatian." ini kutipan langsung copy paste dari websitenya. Langsung semangat menjelajah dengan harapan tinggi bisa tergugah sekaligus memanjakan mata lewat foto-foto unik nik.

Beberapa foto langsung menyandera mata seperti upside down karya Ratna Pudji Utami dan after the pouring rain karya Muhammad Fadli, bagaimana mereka dengan jelinya menangkap moment dan merangkainya dalam komposisi, teknik dan pewarnaan yang menawan.

Langsung panas. Tertantang berbuat yang bukan-bukan. Berhubung sadar diri kalau kurang (bukannya tidak sama sekali...) brilliant apalagi jeli, diputuskan untuk meng-eksekusi tema secara harafiah aja. Tapi kalau barang yang dibalik trus di foto mah apa istimewanya? Kalau portrait yang dibikin dalam posisi kepala di bawah baru seru tuh! (ga tau kenapa, akhir-akhir ini lagi demen bikin portrait...) Biar tambah bingung, sekalian aja dibikin jadi cross gender untuk wardrobe-nya!

Ide sudah ada tapi siapa yang mau jadi modelnya kalo pake dibalik-balik segala? Cuma ada satu kandidat di kepala, karena ya... beliau ini denger-denger aktif di olaharaga parkour yang tentu saja terbiasa dengan keadaan terbalik-balik seperti ini, lha biasa salto kok. Kalau beliau menolak bisa sia-sia segala ide cemerlang yang jarang-jarang mampir mengisi kepala ini. Tarik napas panjang, angkat telpon, sambutan baik, waktu disepakati bersama, tutup telpon, YES, waktunya jingkrak-jingkrak!!!

Singkat kata, tanpa banyak halang rintangan, sesi ini selesai dengan baik tanpa ada yang mengaku jadi korban, baik korban fisik, korban pemaksaan kehendak dan sebagainya n hasilnya bisa sama sama kita nikmati di halaman atas blog ini. Terima kasih buat Ika yang mau bantuin untuk ngerealisasiin ide ini daripada tidak tersalurkan dan jadi bisul. (denger2 ada yg pulang langsung tidur baru bangun besok paginya tuh...) pis.

jeffman


Beberapa Catatan Penting :
  1. SAFETY FIRST, walupun kelihatannya tidak berbahaya, tetapi mohon tidak menyepelekan nyawa. Posisi model tergantung terbalik dengan bertumpu pada belakang lutut yang terlipat setinggi 1.5m, jadi jarak bebas antara kepala model dengan tanah kurang lebih 50 cm. Cukup untuk membahayakan keselamatan model.
  2. SAFETY FIRST, sesi ini berlangsung hanya 3 kali saja dengan lama tiap sesi tidak lebih dari 10 detik. Harap dipertimbangkan bila hendak melakukan posisi ini lebih banyak lagi karena posisi ini sangat menguras stamina. Sesi segera dihentikan (walaupun belum 10 detik) yaitu ketika mata model memerah yang menjadi tanda konsentrasi darah di kepala.
  3. SAFETY FIRST, dalam sesi ini, selain saya dan model masih dibantu 3 orang teman lain. Terima kasih buat Mamat (anggota komunitas parkour) yang udah bersedia jadi Safety Director dadakan, beliau yang memandu teknik bergantung terbalik secara aman sekaligus menjaga keselamatan model. Terima kasih juga buat Moris yang dah bersedia bantuin Mamat. Tidak lupa, terima kasih buat Wimpie yang dah bantuin setting flash plus aksesori model.
SAFETY FIRST sengaja diulang sebanyak 3 kali untuk menekankan pentingnya keselamatan!