Selasa, 27 Januari 2015

Memotret Anak Baik Untuk Perkembangan Dirimu!


Alvaro in Hanbok



Berhubung ayahnya sekarang labelnya fotografer, si momi jadinya ngojok-ngojok melulu minta si Al dipotret. Kebetulan schedule kosong dan punya kostum lucu yaitu Hanbok baju traditional Korea yang udah nganggur sebulan. Takutnya kalo gak buruan foto, besok-besok keburu kekecilan deh. (soalnya udah sering kejadian wehehe) Langsung minta tolong partner gw si Ferry yang baik dan tidak sombong untuk bantuin. Jadi ditetapkanlah hari Sabtu untuk eksekusi, cus.

Walaupun sudah beberapa kali memotret anak, baik itu anak sendiri, anak tetangga maupun anak singkong, tetap saja tidak berasa makin mudah. Kalau biasanya fotonya pakai available light maka kali ini dicoba untuk sedikit ngoprek dengan menggunakan strobe light atawa lampu sudio berhubung cuaca ujan melulu. Lha trus apa hubungannya motret anak sama perkembangan diri? Emangnya ikut seminar? Eit sabar dulu dong.

Sesi pemotretan berjalan dengan cukup chaos as expected wahahaha. Malam harinya setelah si Al dan mominya bobo, sambil merenung di depan iMac liat seleksi foto-foto, ternyata ada beberapa pelajaran yang cukup berharga untuk dituliskan di blog ini. Berikut adalah penjabarannya.

1. Lipat Duakan Semua Persiapan-mu, Termasuk Urat Sabarmu
Sebelum sesi foto kan biasa tuh bikin check list, tentang konsep, kebutuhan alat, props, background, alokasi waktu dsb. dsb. Nah sebaiknya semuanya itu di up size dan bila perlu di double size. Skema lighting untuk plan A & plan B? Sebaiknya sampai plan D. Background bawa 1 gulung? Sebaiknya 2 gulung. Fotografernya cuma seorang diri? Sebaiknya fotocopy dirimu! Kok gitu? Kenapa??? Karena bila punya persiapan yang cukup maka kita lebih siap menghadapi hal-hal tak terduga.

2. Saatnya Untuk Memahami (Mestinya Sudah Dari Minggu Lalu)
Siapa yang paling bisa mengarahkan si anak? Ibu? Ayah? Atau malah nenek? Apa yang bisa membuat si anak tertawa girang? Kapan waktu bobonya? Bukan hanya diatas saja yang penting, tetapi juga memahami kondisi terkini si anak. Apakah sudah mulai bosan? Atau malah sudah capai dan butuh break? Dan percayalah, kamu gak akan bisa memaksakan kehendakmu pada si kecil atau Kak Seto akan datang bersama teman-temannya untuk mencidukmu.

3. Bila Semua Rencanamu Berantakan, ...Keep Calm and Take Photos
Dan percayalah, semua rencanamu akan berantakan. Tapi gak papa, tetaplah bernafas. Pikirkan sesuatu secara cepat, modifikasi rencana yang ada dan berdoalah semoga hasilnya baik. Mungkin dari improfisasi ini kamu bakal terkejut karena menghasilkan sesuatu hal yang baru.
pis.

jeffman

Bonus : versi Indonesia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar